DIKLAT PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK (PSP)2021

Hari ini adalah hari pertama saya mengikuti kegiatan Diklat . Sambutan oleh Bapak Dirjen Bapak Prof. Dr. Iwan Syahril dengan Program Sekolah Penggeraknya yang keren. Saya sudah dibuat jatuh cinta dengan program ini. Bagaimana tidak, sebagai seorang guru pengajar,  saya harus terus belajar untuk mendapatkan pengetahuan yang memang harus bisa diterapkan di sekolah binaan saat ini. Ini adalah tuntutan. Sesi awal dimulai dengan pengenalan PSP dan pengenalan antar peserta. Setiap kelas peserta hanya 18 orang terdiri dari unsur Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru dari  berbagai  daerah.

Pada kegiatan ini peserta mempelajari dan mensimulasikan platform pembelajaran yang disajikan selama Pelatihan Pembelajaran Paradigma Baru. Peserta akan mengikuti kegiatan secara daring melalui LMS PPB. LMS ini bisa diakses oleh peserta melalui akun simpkb dengan username dan password yang diberikan.

Kegiatan pelatihan Pembelajaran Paradigma Baru dilaksanakan selama 10 hari, dari mulai hari ini, Senin, 5 Juli 2021  sampai dengan 15 juli 2021. Setiap hari peserta akan mengikuti kegiatan baik secara Mandiri ataupun dipandu langsung oleh instruktur dalam LMS. Keaktifan dan Portofolio hasil kegiatan peserta dapat dilihat di LMS.

Ada pertanyaan yang harus saya jawab dalam LMS, yaitu tentang konsep belajar menurut KHD. Ki Hadjar Dewantara juga menjelaskan mengenai tujuan pendidikan yaitu “menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”  Bagaimana pemikiran ini dapat diterapkan di sekolah Anda?

Guru sebagai pengajar diharapkan mampu sebagai penuntun perilaku dan pertumbuhan kodrat peserta didik. Apa yang dilakukan di sekolah harus berkolaborasi dengan lingkungan sekitar peserta didik yaitu orang tua dan masyarakat. Segala sesuatu yang dilakukan oleh guru haruslah ikhlas. Guru harus mementingkan peserta didik.

Guru itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak”. Namun tetap memperhatikan kodrat zaman dalam pengembangan kodrat alam seorang anak. Dengan kata lain seorang anak diharapkan mampu tumbuh dengan baik di zaman millennial ini namun tidak juga tercabut dari akar kebudayaannya.

Dasar pemikiran KHD yakni ing ngarso sung tulodho (di depan memberi teladan), ing madya mangun karso (di tengah membangun semangat, kemauan), dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). Namun semua yang dilakukan pendidik di sekolah tentu harus juga berkolaborasi dengan lingkungan sekitar yakni orang tua dan masyarakat. Merdeka belajar memberikan kebebasan kepada anak untuk berekpresi, berinovasi, berkarya dan berkolaborasi, tanpa paksaan dan ancaman hukuman. Dalam merdeka belajar, setiap guru adalah murid dan setiap murid adalah guru. Pendidikan dapat diperoleh di mana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Sekolah bukan satu-satunya tempat untuk memperoleh pendidikan.


Dalam pembelajaran Online, pembuatan dan perturakan konten di sosial media yang dapat menambah pertemanan, berbagi ide dan pengalaman dapat diadopsi melalui forum ini. Pada forum peserta bekerjasama dengan peserta lain memberikan pengalaman dan saling memberikan dukungan bagi peserta lain dan belajar dari pengalaman peserta lain.


Hal-hal positif dengan melakukan kolaborasi di ruang forum ini adalah

Peserta berdiskusi dengan menuangkan jawaban sesuai kenyataan di lapangan dan memberikan komentar yang positif yang saling menguatkan kepada peserta lainnya sehingga peserta dapat memperkaya pengetahuan dari komentar konstruktif berdasarkan pengalaman peserta. Peserta melihat, mencermati dan mengomentari jawaban peserta lain sehingga terjalin hubungan secara sosial antara peserta satu dan peserta lainnya dalam sebuah komunitas pembelajaran yang saling menguatkan. Komentar yang saling menguatkan akan membuat hubungan sosial peserta satu dengan yang lainnya lebih erat sehingga menciptakan komunitas pembelajaran yang mengasyikkan.Inilah pengalaman berharga yang tidak bisa ditukar dengan materi. Walaupun penyelesaian tugas dihari pertama ini lumayan menguras pikiran dan waktu. Tapi untuk menuju sekolah yang bermutu maka diperlukan pengawas yang bermutu pula.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN DIKLAT PSP